Minggu, 08 Juli 2007

menjamah puncak tertinggi ditanah jawa

By : Muhammad vheztaqwil (awil)

Rabu 16 may 2007

Perjalanan dimulai dari stasiun senen, kami melakukan perjalanan yang tak
terduga-duga karena perjalanan ini seharusnya beranggotakan lima orang namun
sayang karena satu orang dari team kita tertinggal kereta.
Pukul 2 siang kereta mulai jalan dari stasiun senen, namun aku sendiri
menunggu distasiun jatinegara.
Team ini beranggotakan Heni, Anton, Hanum dan aku sendiri Awil.

Kamis 17 may 2007

Pukul 8 pagi kereta sudah masuk keStasiun Malang, kami langsung dijemput
oleh mbak henny dan temannya disana.
Kami pun langsung sarapan dan setelah itu ngacir ke terminal malang, setelah
itu kami kepasar tumpang tempat biasa transit para pendaki untuk melanjutkan
ke ranupane dengan menggunakan jeep atau truk.
Dipasar tumoang kami membeli persedian yang belum lengkap, setelah itu kami
pun pergi ke ranupane dengan menggunakan truk, karena pendaki yang akan ke
ranupane banyak, lumayan ngurangin ongkos jalan karena ongkos dengan
menggunakan truk jauh lebih murah dibandingkan dengan menggunakan truk.
Ditengah perjalan kami berhenti di pos TNBTS (taman nasional bromo tengger
semeru) untuk melakukan pendaftaran izin pendakian, setelah itu kami
melanjutkan perjalanan kembali.
Hari telah menunjukkan pukul 2 siang, truk pun langsung tancap gas menuju
ranupane dengan melewati jalan-jalan yang sangat sempit yang hanya cukup
untuk jalur satu mobil saja.
Pukul 4 kami sampai diranupane, kami langsung melapor diri dipos ranger
setempat, setelah selesai kamipun mengisi perut dengan makan sore diwarung
nasi penduduk setempat.
Pukul 5 kamipun memulai dengan membaca doa dan bergegas menuju pos
ranukumbolo, pada saat itu gerimispun sudah menemani kami, menjelang
maghrib kira-kira pukul 5 lewat 45 menit kamipun berhenti untuk menghidupkan
senter dan menunaikan sholat maghrib.
Pukul 6 kamipun meneruskan perjalanan menuju ranukumbolo, jongkok, menunduk,
lompat itu sudah biasa kita jalani disepanjang perjalanan ini karena
banyaknya pohon-pohon yang tumbang.
Pukul 8 hujanpun mulai berhenti, kini diperjalanan kami ditemani oleh
rembulan yang mulai menampakkan dirinya secara perlahan, diujung nan jauh
disana terlihat secara samar puncak mahameru dengan megahnya.
Pukul 9 kami sampai didanau cinta ranukumbolo, Anton dan Aku langsung
mendirikan tenda, sedangkan Heni dan Hanum menyiapkan air sekedar untuk
menghangatkan tubuh kami, setelah itu kami sudah tak jelas berada dimana
lagi.

Jumat 18 may 2007

Pukul setengah enam pagi aku bangun tuk sholat subuh, air didanau terasa
sangat hangat mungkin karena suhu dipermukaan terlalu dingin ( 7 derajat
celcius).
Pukul 7 kami mulai memulai aktifitas dengan foto-foto alam sekitar, dan
menyiapkan sarapan pagi.
Pukul 10.30 kami melanjutkan perjalan kami menuju target selanjutnya yaitu
pos kalimati, ditengah perjalan kami melewati tanjakan yang sangat terjal
yaitu tanjakan cinta konon katanya kalau kita mendaki tanjakan ini tanpa
berhenti dan menengok kearah belakang setelah kita pulang nanti kita akan
mendapatkan pasangan sejati, but I don't know coz aku sendiri tepar,hehehe. .
Pukul 11 kami sampai dipadang savana oro-oro ombo, tak lama kemudian kami
sampai dipos bertuliskan plang oro-oro ombo, kami istirahat sejenak dan
kembali meneruskan perjalan kembali.
Pukul 11.50 kami berhenti sejenak untuk menunggu waktu sholat jumat masuk,
dan pukul 12 kami melanjutkan perjalan kembali.
Medan setelah melewati pos oro-oro ombo sudah mulai menanjak sehingga
membuat kami agak kewalahan karena semenjak dari ranupane bisa dihitung
kira-kira mungkin kami hanya melewati tak kurang dari lima tanjakan saja.
Pukul 2.30 kami sampai juga dipos kalimati jalan menuju pos ini sudah mulai
berpasir dan nampak puncak mahameru mengeluarkan asap wedus gembelnya yang
membuat semakin angker saja gunung ini.
Kami bertemu mas Nanung salah satu begundals pangrango juga, kami mengobrol
dengan beliau, rombongan mas Nanung memutuskan untuk membuka camp didaerah
arcopodo, dan tak lama kemudian rombongan beliau meneruskan perjalanan
menuju arcopodo.
Dan kami berpikir mungkin kami juga akan membuka tenda disana, karena
mungkin jarak menuju puncak pada saat summit attack besok pagi tak terlalu
jauh.
Pukul 3 perjalananpun dilanjutkan menuju pos arcopodo, jalanan yang kami
lalui tak menunjukkan bonus satupun yang ada hanya tanjakan-tanjakan curam
dengan kiri-kanan jurang yang menganga.
Pukul 4.30 kamipun sampai dipos arcopodo, namun kami tak melihat ada team
mas Nanung disana.
Dipos tersebut hanya ada kami dan 6 orang team dari jember, kami mulai
membangun tenda dan tak lama kemudian hujan langsung mengguyur kedua tenda
diarcopodo yang dingin, dan kamipun langsung merebahkan diri kami
masing-masing dan tertidur satu persatu.
Pukul 9 malam aku terbangun karena terganggu oleh bunyi orang masak didepan
tenda kami, akupun langsung melihat keluar namun yang aku dapatkan hanya
lampu minyak yang kami nyalakan sore tadi, tak ada apa-apa karena tenda
teman-teman dari jember juga masih tertutup rapat, akupun mulai tidur
kembali namun tak lama kemudian bunyi itu mulai kembali, akhirnya aku
bangunkan Heni disebelahku, akhirnya kata dia masukkan saja makanan dan alat
masak kedalam tenda, dan setelah itu tak ada lagi bunyi-bunyi tersebut.
Pukul 11 malam kami bangun dan langsung menyantap makan malam kami, dan
setelah itu kami mulai bersiap menuju puncak mahameru.

Sabtu 19 may 2007

Pukul 1 pagi semua team sudah mulai bergegas menuju puncak untuk summit
attack, jalan yang kami lalui sangat menanjak dan terus menanjak dengan
kiri-kanan jurang yang curam mungkin lebar jalannya hanya cukup untuk satu
orang saja.
Pukul 2.30 akhirnya kami sampai dipos terakhir yaitu cemoro tunggal, kami
isitrahat sejenak disana, dan melanjutkan perjalanan kembali.
Medan yang kami lalui sekarang ialah pasir yang setiap kami melangkah pasti
akan turun kembali sehingga tenaga kami harus ekstra ditambah lagi kalau ada
batu-batu yang berjatuhan, kami harus ekstra siaga.
Bintang menemani kami sepanjang jalan, aku telah melihat kurang lebih tiga
bintang jatuh selama menuju puncak mahameru.
Pukul 5 pagi kami sampai dipuncak mahameru yang sangat menakjubkan dengan
jonggring salokonya.
Matahari mulai terbit dari ufuk nan jauh disanan dengan perlahan,
subhanallah indahnya, tak lama kemudian jonggring saloko mengeluarkan wedus
gembelnya dengan mengeluarkan material percikan lahar indah sekali.
Pukul 6 pagi kami turun menuju pos arcopodo kembali, jalanan yang kami
laluipun kini semakin mudah karena kami tinggal berseluncur menuju pos
cemoro tunggal.
Pukul 8 Awil dan Heni sampai ditenda namun Anton dan Hanum telah sampai
ditenda duluan sehingga makan pagipun telah tersedia.
Tak lama kemudian mas Nanung datang ketenda kami tuk mengobrol dan bercanda
ria, namun akhirnya mas Nanung melanjutkan perjalanan duluan menuju pos
kalimati.
Pukul 11.30 kamipun telah selesai packing dan bergegas menuju pos ranupane,
dengan semangat kamipun sampai diranukumbolo pada pukul 13.30.
Pukul 13.45 perjalanan dilanjutkan menuju pos ranupane jalanan yang kami
laluipun sangat landai sekali..
Pukul 17.00 kami sampai diranupane kembali, melapor dan sambil menunggu jeep
datang kami makan malam.
Pukul 20.30 jeep akhirnya turun menuju pasar tumpang..
Pukul 22.00 kami sampai dipasar tumpang dan kami bermalam dirumah salah satu
teman kami disana sambil menikmati jajanan malam pasar tumpang malang.

Estimasi biaya :
Jakarta - Malang (kereta) : Rp 55.000
Malang - Terminal (angkot) : Rp 2000
Terminal - Tumpang : Rp 5000
Tumpang -ranupane (jeep) : Rp 35.000
Tumpang - ranupane (truk): Rp 25.000